Pada saat terik matahari sangat menyegat di kota mekkah waktu itu, terdapat seorang budak hitam yang sedang disiksa oleh tuannya secara kejam. Budak itu merasa sangat kesakitan setelah disiksa cukup lama dengan sadis oleh tuannya. Sampai akhirnya, ditindih oleh batu yang sangat besar ditengah padang pasir saat terik matahari menyengat kulit manusia dengan dahsyatnya. Budak hitam itu mengalami luka disekujur tubuhnya disebabkan bekas pecutan yang bertubi-tubi ia terima dari tuannya. Hatinya yang kuat dan tangguh telah mengalahkan tubuhnya yang sudah mulai melemas, tanda kekuatannya untuk menerima siksaan sudah sampai batasnya.

Bibir budak itu bergemetar sambil melafadzkan kalimat yang sejuk dan syahdu “ahad, ahad, ahad”, dengan mantap sepenuh hati dia mengucapkan kalimat itu. Tuan budak hitam itu sangat marah ketika budaknya mengucapkan kalimat yang dia benci tersebut, lalu menambahkan siksa lebih kejam terhadapnya. Akan tetapi, budak hitam tersebut tetap kekeh melafadzkan kalimat tauhid yang merupakan awal dari pada bangkitnya peradaban manusia di bumi ini. Ketika sudah sampai pada batasnya datanglah sayyidina Abu Bakar yang  menyelamatkannya dengan membeli budak hitam tersebut dari tuannya lalu membebaskannya.

Dikemudian hari, budak tersebut bukan hanya menjadi orang merdeka. Bahkan, dia menjadi muadzin yang dipercaya oleh Rasulullah serta pendekar hebat yang selalu menyertainya disetiap pertempura. Dimana, terompanya sudah terdengar di surga karena selalu melazimi wudhu dan shalat sunnah. Dialah sayyidina bilal bin rabbah sahabat tercinta Rasulullah yang hitam dan manis dari habasyah, seorang yang telah memperjuangkan kalimat tauhid sampai titik darah penghabisan.

Kisah bilal telah mengajarkan kita bahwa tauhid adalah landasan keyakinan yang harus kokoh dan tidak boleh goyah apapun yang terjadi. Tauhid bukan saja iman di dalam hati yang selalu dipendam, dan bukan pula sekedar pengakuan lisan yang dilafadzkan. Akan tetapi, tauhid juga memerlukan aplikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bertauhid kepada Allah merupakan bentuk perlawanan nyata terhadap kedzaliman, kebodohan, dan kesesatan di muka bumi ini, sebagaimana  juga telah dicontohkan oleh K.H Ahmad Dahlan dalam memerangi kebodohan ditubuh umat islam indonesia dengan berlandaskan tauhid yang kokoh demi memajukan pendidikan umat islam di tengah-tengah cengkaraman penjajah belanda. Begitu juga jendral sudirman, sang panglima penegak kalimat tauhid yang tak pernah gentar ketika melawan musuh, karena dia tahu bahwa kebenaran dan kemenangan hanya berpihak kepada yang berpegang teguh terhadap kalimat Allah.

Perjuangan bilal adalah salah satu bukti bahwa islam bukanlah agama yang rasis, dimana Allah memandang semua manusia mempunyai derajat yang sama dan yang membedakannya hanyalah ketaqwaan. Semua manusia berhak mendapatkan kehormatan di dunia dan akhirat karena amal baik yang ia lakukan tanpa membedakan ras, suku, bangsa, dan warna kulit. Prinsip ini merupakan prinsip yang sejalan dengan kemanusiaan bahkan sebelum adanya HAM islam sudah membuktikan bahwa mempunyai prinsip yang kokoh dalam membela kemanusiaan. Oleh karena itu, umat islam tidak perlu mendewakan HAM karena islam sudah mempunyai landasan yang kuat tentang kemanusiaan semenjak awal mula perkembangannya.

Sifat bilal yang sangat teguh memegang prinsip merupakan teladan yang harus dicontoh oleh umat islam. Dimana dewasa ini sebagian umat islam sangat senang impor ideologi dan prinsip  diluar islam seperti pluralisme, liberalisme dan isme isme lainya. Itu semua menunjukan lembeknya prinsip dasar yang dianut sehingga dengan mudah mengikuti ideologi di luar islam yang membahayakan dan merusak tubuh umat islam. Jika umat islam kembali memegang teguh dan mengamalkan prinsip-prinsip islam  pastilah umat islam dapat mengulang kejayaan yang pernah digapai pada masa lalu.

Ditulis oleh : Qolbun Salim Alfaruqi

3 Thoughts to “Wajahmu yang Hitam Manis dan Menawan”

  1. NURAINI

    Alhamdulillah memotivasi.

  2. mubarok

    Bagus qi, sangat menginspirsi dan meningkatkan semangat berjuang diatas kebenaran

  3. Vina linda qotrunnada

    Bagus qi, lanjutkaan ☺

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.